<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tito Pramaartha&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://olink94.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://olink94.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Apr 2010 13:24:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='olink94.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tito Pramaartha&#039;s Blog</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://olink94.wordpress.com/osd.xml" title="Tito Pramaartha&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://olink94.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Panduan Memperbesar Mr. P</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/04/05/panduan-memperbesar-mr-p/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/04/05/panduan-memperbesar-mr-p/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 13:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Hahahaha&#8230;. dari judulnya aja udah serem&#8230; dan terkesan berefek merusak, tapi itulah bro yang diinginkan kebanyakan wanita&#8230; lebih mak nyos gitu&#8230; xixixi Penasaran..? okelah kalo beg&#8230;beg&#8230;beg&#8230;begitu&#8230; klik  aja disini untuk selengkapnya&#8230; peace!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=254&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahaha&#8230;. dari judulnya aja udah serem&#8230; dan terkesan berefek merusak, tapi itulah bro yang diinginkan kebanyakan wanita&#8230; lebih mak nyos gitu&#8230; xixixi</p>
<p>Penasaran..? okelah kalo beg&#8230;beg&#8230;beg&#8230;begitu&#8230; klik  aja <a href="http://olink94.wordpress.com/pojok/">disini</a> untuk selengkapnya&#8230; peace!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=254&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/04/05/panduan-memperbesar-mr-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita, &#8220;Lalat dan Semut&#8221;</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/22/cerita-lalat-dan-semut/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/22/cerita-lalat-dan-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 02:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[lalat]]></category>
		<category><![CDATA[lalat dan semut]]></category>
		<category><![CDATA[semut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Jihaduddin Fikri 22 Januari jam 8:38 Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. &#8220;Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=145&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.facebook.com/jihaduddin">Jihaduddin Fikri</a> 22 Januari jam 8:38</div>
<p>Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.</p>
<p>&#8220;Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,&#8221; katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.</p>
<p>Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.</p>
<p>Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.</p>
<p>Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, &#8220;Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?&#8221; &#8220;Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.</p>
<p>&#8221; Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, &#8220;Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?&#8221;</p>
<p>Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, &#8220;Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.&#8221; Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, &#8220;Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.&#8221;</p>
<p>(sahabatz.blogspot.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=145&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/22/cerita-lalat-dan-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita. “Harimau dan Serigala”</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-%e2%80%9charimau-dan-serigala%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-%e2%80%9charimau-dan-serigala%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[harimau dan srigala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Jihaduddin Fikri 17 Januari jam 12:26 Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=142&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.facebook.com/jihaduddin">Jihaduddin Fikri</a> 17 Januari jam 12:26</div>
<div>Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk.</p>
<p>Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit, sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham, bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.<span id="more-142"></span>Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. Sang pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. Ia ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak didiknya. Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. Pada awalnya banyak yang takut, namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.</p>
<p>Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. Semuanya tampak beriringan, dipandu sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sebongkah daging kepada serigala. Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya bertanya kepada murid-muridnya, &#8220;Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana..?&#8221;.Seorang murid tampak angkat bicara, &#8220;Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan rezekinya kepada ku lewat berbagai cara.&#8221;</p>
<p>Sang pertapa tampak tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, &#8220;Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan.&#8221; Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya. &#8220;Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Adalah benar bahwa Allah ciptakan ikan kepada umat manusia. Adalah benar pula, Allah menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Allah ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, adakah Dia berikan kepada kita gandum-gandum itu hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.</p>
<p>Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika disana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang dari Allah. Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat disana, bahwa: berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu adalah suatu keterpaksaan, bukan pula karena di dorong rasa kasihan dan ingin membalas budi.</p>
<p>Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Disana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab disana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayan keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu. Sahabat, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.</p>
<p>Jazakumullah telah membaca, semoga bermanfaat&#8230;</p>
<p>(Sumber : <a rel="nofollow" href="http://ceceem.blogspot.com/" target="_blank">http://ceceem.blogspot.com/</a>)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=142&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-%e2%80%9charimau-dan-serigala%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Salah, Itu Salah! So?</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/ini-salah-itu-salah-so/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/ini-salah-itu-salah-so/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Sa&#8217;id Al-Ghamidy 16 Januari jam 10:24 Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?” Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=137&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.facebook.com/schaid">Sa&#8217;id Al-Ghamidy</a> 16 Januari jam 10:24              <a rel="dialog-post" href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=258755472401&amp;msg_id=0&amp;id=1501890569"></a></div>
<p>Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”</p>
<p>Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”<span id="more-137"></span></p>
<p>Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”</p>
<p>Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. “Binatang malang…, ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!”</p>
<p>Sampai disini ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal. “Lihat, manusia keledai memanggul keledai!,” sorak mereka.</p>
<p>Jika Anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi Anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun. Kita harus yakin dengan apa yang menjadi keputusan kita. Tidak semua komentar itu harus kita turuti. ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=137&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/ini-salah-itu-salah-so/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita, &#8220;Cinta Lelaki Biasa&#8221; (kisah nyata)</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-cinta-lelaki-biasa-kisah-nyata/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-cinta-lelaki-biasa-kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta lelaki biasa]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Jihaduddin Fikri 13 Januari jam 22:26 Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=134&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.facebook.com/jihaduddin">Jihaduddin Fikri</a> 13 Januari jam 22:26</div>
<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!<span id="more-134"></span></p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka. Kamu pasti bercanda! Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!</p>
<p>Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. Tapi kenapa? Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania. Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>~~~</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan! Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya. Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. Dokter? Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar. Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. Pendarahan hebat!</p>
<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis.</p>
<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..</p>
<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi. Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun. Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari.</p>
<p>Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua! Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta.</p>
<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan. Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.</p>
<p>Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>catatan : true story<br />
From : Bramanryo IS1, sumber:Unknown</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=134&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/cerita-cinta-lelaki-biasa-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WAV &#8211; Wedhas Antivirus (free download)</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/wav-wedhas-antivirus/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/wav-wedhas-antivirus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 14:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[antivirus]]></category>
		<category><![CDATA[antivirus lokal]]></category>
		<category><![CDATA[free antivirus]]></category>
		<category><![CDATA[free download antivirus]]></category>
		<category><![CDATA[wav]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com – Awalnya, Aat tertarik dengan banyak berita dan cerita tentang virus komputer. Mulai dari berita tentang situs milik Gedung Putih Amerika Serikat yang bisa diobrak-abrik seseorang berkebangsaan China, hingga virus brontok yang beberapa tahun silam membuat ketar-ketir pengguna computer di Tanah Air. Rasa penasaran dan ketertarikan untuk mendalami virus membuat Aat lantas berkecimpung serius [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=128&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KOMPAS.com – A<img class="alignleft" src="http://sinchankelana.files.wordpress.com/2010/01/atthur-sadewa1.jpg?w=150&#038;h=113&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" />walnya, Aat tertarik dengan banyak berita dan cerita tentang virus komputer. Mulai dari berita tentang situs milik Gedung Putih Amerika Serikat yang bisa diobrak-abrik seseorang berkebangsaan China, hingga virus brontok yang beberapa tahun silam membuat ketar-ketir pengguna computer di Tanah Air.</p>
<p>Rasa penasaran dan ketertarikan untuk mendalami virus membuat Aat lantas berkecimpung serius dalam dunia pemrograman komputer. Aat sekarang sekarang dikenal sebagai pembuat Wedash Antivirus (WAV), dan juga pendiri Virologi, sebuah komunitas di Yogyakarta yang terbentuk sejak 2006 dan berkutat seputar urusan pencegahan virus.<span id="more-128"></span></p>
<p>Kini, setidaknya WAV telah digunakan 5.000 pengguna komputer di seluruh Indonesia. Aat sendiri, pernah masuk sebagai satu dari lima peraih Interpreneur Award- penghargaan dari Bisnis Indonesia dan Bank Commonwealth- Agustus 2009 lalu. Ia menyisihkan 700-an orang. Akhir Januari ini, ia maju menjadi satu dari enam nominator untuk kompetisi Wirausaha Muda Mandiri yang diadakan Bank Mandiri. Untuk kompetisi ini, ia menyisihkan 300 pesaing.</p>
<p>“Virus komputer bisa menyerang program, data, foto, musik, dan apa saja. Dampaknya, file bisa hilang, susah dibuka, atau rusak dan itu bisa permanen, atau sementara,” ujar Aat (30), saat ditemui di kosnya di daerah Condong Catur, Senin (11/1/2010). Namun hal tersebut malah menarik bagi lelaki bernama lengkap Atthur Shadewa. Lulusan Akademi Perindustrian (Akprind) Jurusan Teknik Informatika ini lantas mencari informasi tentang virus-virus komputer di internet dan bertanya ke banyak orang.</p>
<p>Semua mengerucut ke satu kesimpulan, yakni virus sebenarnya adalah file. Sama seperti file-file apapun, virus juga file yang meninggalkan sidik jari semacam penanda file. Dalam bahasa di dunia perkomputeran, sidik jari itu disebut kode CRC32.</p>
<p>“Nah saya mengumpulkan virus-virus lokal dan dari luar negeri apa saja yang pernah menyerang komputer, dibantu teman-teman. Sidik jari ribuan file itu lantas saya masukkan ke database antivirus agar dikenali, tentu saja sebagai virus,” katanya.</p>
<p>Jika WAV diaktifkan, virus yang sudah terdata tak bakal lolos. Aat mengklaim WAV lebih ampuh mendeteksi virus lokal ketimbang antivirus buatan luar Indonesia, karena update virus lokal di Asia, lebih cepat dilakukan antivirus-antivirus lokal. Di Indonesia, virus-virus lokal yang malah sering menyusup komputer dan merusak file.</p>
<p>“Dulu, saya pernah membuat virus. Namun ternyata kok lebih asyik dan tertantang jika menerjuni antivirus. Membuat virus, itu mudah, semudah membuat onar. Namun sulit untuk membuat antivirus, sesulit menciptakan perdamaian haha…,” katanya.</p>
<p>WAV yang dirilis sejak akhir 2005 lalu dan bisa diunduh gratis berikut update-nya lewat internet ini, tak hanya mempunyai 5.000 lebih masyarakat pengguna komputer. Namun 10 instansi dan kantor juga memakai tenaganya untuk mengamankan data-data di komputer mereka. Secuil bukti bahwa WAV bisa diandalkan.</p>
<p>Yang juga menarik, lelaki asal Bontang Kalimantan Timur tapi kelahiran Temanggung 16 September 1980 ini, tak berhenti dalam urusan memelototi komputer karena ia juga membuat buku. Sudah tujuh buku ditulisnya yakni Seni Hacking Menggunakan Trojan, 4 Hari Menjadi Hacker, Seni Pemrograman Virus Menggunakan Visual Basic 6.0, Rahasia Membuat Antivirus Menggunakan Visual Basic, Tips dan Trik Libas Virus Lokal, Hacking Internet Banking, serta Dan Monalisa pun Tertawa.</p>
<p>Uniknya lagi, Aat sengaja mengemas bukunya sehingga pilihan kata-katanya tidak kaku, bahkan beberapa cukup gaul. Sebuah terobosan menarik di tengah banyak buku tentang pemrogaman komputer yang bahasanya kadang terlalu teknis dan komputer banget.</p>
<p>Satu buku, sekali cetak sebanyak 2.000 eksemplar. Bukunya cukup laris karena berkali-kali dicetak ulang. Semakin menarik karena Aat mencetak semuanya sendirian alias tak bekerja sama dengan pihak penerbit. Buku-buku itu ditawarkan di sejumlah toko buku dan ternyata mendapat sambutan cukup bagus.</p>
<p>Aat menyebut ia hendak terjun total dalam bisnis pemrogaman komputer dan informasi teknologi terutama yang terkait virus. “Saya ingin buktikan bahwa anak bangsa bisa membuat antivirus handal,” ucapnya.</p>
<p>Secara terpisah, Wing Wahyu Winarno, Pengamat IT di Yogyakarta, mengatakan, walau belum pernah menjajal WAV, namun dari sejumlah informasi dari mereka yang pernah mengaplikasikan WAV, menyebut WAV cukup ampuh membasmi virus lokal. Mau menjajal WAV?</p>
<p>Berminat&#8230;???    Tenang aja, ada gratisannya koq, enaknya lagi versi portable&#8230; sip khan?</p>
<p>Silahkan di Seeddoooottt&#8230; <a href="http://www.ziddu.com/download/7011500/WAV_-_Express_Edition_DB.zip.html" target="_blank">disini</a> ,&#8230;. <a href="http://www.ziddu.com/download/7011500/WAV_-_Express_Edition_DB.zip.html" target="_blank">dimari</a> , atau  <a href="http://www.ziddu.com/download/7011500/WAV_-_Express_Edition_DB.zip.html" target="_blank">nang kene</a>. &#8230;. hehehehe&#8230;.</p>
<p>Official Project Site di Sourceforge.net:</p>
<p>http://sourceforge.net/projects/wedash/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=128&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/19/wav-wedhas-antivirus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sinchankelana.files.wordpress.com/2010/01/atthur-sadewa1.jpg?w=150&#38;h=113" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kultur Jentik Nyamuk</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-jentik-nyamuk/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-jentik-nyamuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 12:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[jentik]]></category>
		<category><![CDATA[jentik nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[pakan alami kultur jentik nyamuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu pakan alami yang sangat disukai ikan adalah jentik nyamuk/cuk, namun jika sengaja mencari tentulah akan kesulitan jika tinggal dilingkungan yang tidak terdapat kolam/empang. Salah satu cara tentunya dengan mengupayakan kultur jentik nyamuk, berikut adalah cara melakukan kultur jentik nyamuk : 1. Sediakan wadah ember plastik dan isi dengan air 2. Masukan beberapa tangkai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=107&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/jentik-nyamuk.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-108" title="jentik nyamuk" src="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/jentik-nyamuk.jpg?w=300&#038;h=203" alt="" width="300" height="203" /></a></p>
<p>Salah satu pakan alami yang sangat disukai ikan adalah jentik nyamuk/cuk, namun jika sengaja mencari tentulah akan kesulitan jika tinggal dilingkungan yang tidak terdapat kolam/empang.</p>
<p>Salah satu cara tentunya dengan mengupayakan kultur jentik nyamuk, berikut adalah cara melakukan kultur jentik nyamuk :</p>
<p><span id="more-107"></span>1. Sediakan wadah ember plastik dan isi dengan air</p>
<p>2. Masukan beberapa tangkai daun pepaya dan biarkan terendam</p>
<p>3. Letakkan ember tersebut di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung</p>
<p>4. Setelah kira-kira 3 hari akan terlihat lapisan diatas air dan mulai bermunculan telur-telur nyamuk diatasnya</p>
<p>5. Setelah menetas, jentik tersebut dapat diberikan pada ikan langsung</p>
<p>6. Untuk menghindari panen nyamuk, maka media kultur dapat diganti setiap 8 hari sekali dengan media yang baru. Jangan khawatir dengan DB, paling yang nelor cuma nyamuk kebon.</p>
<p>Jentik nyamuk juga akan muncul jika kita melakukan kultur Infusoria, so jika kita melakukan kultur Infusoria, maka kita akan dapat bonus jentik nyamuk&#8230;  do one get two..!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=107&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-jentik-nyamuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/jentik-nyamuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jentik nyamuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kultur Infusoria</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-infusoria/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-infusoria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 09:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[cara kultur infusoria]]></category>
		<category><![CDATA[infusoria]]></category>
		<category><![CDATA[kultur infusoria]]></category>
		<category><![CDATA[pakan alami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kesulitan dalam memelihara larva ikan adalah masalah penyediaan pakan, apalagi jika larva ikan tersebut berukuran super mini seperti larva ikan cupang/betta splender. Penggunaan kutu air yang disaring sebagai pakan larva ikan terkadang menjadi bumerang, karena terjadi sebaliknya kutu air tersebut yang malah memakan larva ikan, khususnya untuk larva ikan yang sangat kecil. Solusi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=101&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kesulitan dalam memelihara larva ikan adalah masalah penyediaan pakan, apalagi jika larva ikan tersebut berukuran s<a href="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/infusoria1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-103" title="infusoria1" src="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/infusoria1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>uper mini seperti larva ikan cupang/betta splender. Penggunaan kutu air yang disaring sebagai pakan larva ikan terkadang menjadi bumerang, karena terjadi sebaliknya kutu air tersebut yang malah memakan larva ikan, khususnya untuk larva ikan yang sangat kecil.</p>
<p>Solusi terbaik yaitu dengan menggunakan pakan alami berupa Infusoria, yaitu semacam bakteri pembusuk yang berukuran sangat kecil, berwarna putih, dan bergerombol seperti kabut putih didalam air.</p>
<p><span id="more-101"></span>Berikut ini saya uraikan cara mengkultur infusoria ;</p>
<p>1. Sediakan ember plastik dan isi dengan air.</p>
<p>2. Masukan potongan sayuran kubis, kol, atau bisa juga daun pepaya. Biarkan terendam air.</p>
<p>3. Letakkan ember tersebut sehingga terlindung dari sinar matahari langsung.</p>
<p>4. Pada hari ke-5 akan terlihat permukaan air tertutup lapisan yang  jika di amati terdapat mahluk sangat kecil yang bergerombol dan bergerak-gerak. Itulah Infusoria sebagai pakan alami larva ikan.</p>
<p>5. Berikan infusoria tersebut pada larva ikan dengan cara menuangkan bersama dengan airnya, berikan secukupnya pada larva ikan.</p>
<p>6. Jika jumlah infusoria mulai menyusut, bisa ditambah kembali air dan sayurannya.</p>
<p>Untuk pemberian infusoria dilakukan hingga usia larva dapat  memakan pakan dari kutu air yang disaring.</p>
<p>Demikian sekilas cara mengkulturkan infusoria, semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=101&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/17/kultur-infusoria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/infusoria1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">infusoria1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kultur Kutu Air / Daphnia</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/kultur-kutu-air-daphnia/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/kultur-kutu-air-daphnia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 02:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[daphnia]]></category>
		<category><![CDATA[kultur]]></category>
		<category><![CDATA[kultur daphnia]]></category>
		<category><![CDATA[kultur kutu air]]></category>
		<category><![CDATA[kutu air]]></category>
		<category><![CDATA[pakan alami]]></category>
		<category><![CDATA[pakan alami ikan]]></category>
		<category><![CDATA[pakan alami ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[pakan ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pakan ikan hias yang terbaik sudah pasti adalah pakan alami, namun untuk mendapatkan pakan alami tidaklah mudah, apalagi jika tempat tinggal kita susah untuk mendapatkan pakan alami. Berikut adalah langkah-langkah mengkulturkan Kutu Air. Buatlah kolam &#8220;Kutu Air&#8221; dari plastik tebal dengan luas 2 m persegi. Taburkan kapur pertanian ke dalam kolam dengan ukuran 2 kg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=26&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pakan ikan hias yang terbaik sudah pasti adalah pakan alami, namun untuk mendapatkan pakan alami tidaklah mudah, apalagi jika tempat tinggal kita susah untuk mendapatkan pakan alami.</p>
<p>Berikut adalah langkah-langkah mengkulturkan Kutu Air.<a href="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/daphnia1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-30" title="Daphnia" src="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/daphnia1.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<ol>
<li> Buatlah kolam &#8220;Kutu Air&#8221; dari plastik tebal dengan luas 2 m persegi.</li>
<li> Taburkan kapur pertanian ke dalam kolam dengan ukuran 2 kg permeter persegi, artinya anda perlu menaburi kapur pertanian sebanyak 4 kg.</li>
<li> Kapur pertanian dikolam tersebut lalu diberi air (lebih bagus cara pemberian airnya adalah disemprot pelan-pelan.<span id="more-26"></span></li>
<li> Setelah kapur pertanian terlihat basah semua, masukan kotoran ayam sebanyak 4 kg untuk kolam anda yang 2 m persegi tadi, lalu ditambah air lagi sambil diaduk bersama kapur pertanian tersebut. Akan lebih bagus lagi kalau  ditambahkan bungkil kelapa atau ampas kedelai.</li>
<li> Kalau air yang anda masukkan ke kolam sudah mencapai 30 cm, maka hentikan pengadukan dan biarkan campuran adukan dikolam tadi 3 hingga 6 hari.</li>
<li>Setelah campuran tadi didiamkan selama beberapa hari, biasanya warna airnya akan berubah menjadi kecoklatan. Nah warna air yang kecoklatan itulah pertanda bahwa plankton sebagai makanan kutu air dikolam pengkulturan Kutu Air telah tumbuh. Dengan demikian, pada hari ke 5, anda sudah diperkenankan untuk memasukkan bibit kutu air ke dalam kolam. bibit dapat diambil dari air sawah, selokan, ataupun empang/kolam.</li>
<li> Jumlah bibit kutu air yang dapat ditanam ke kolam, berkisar antara 30 sampai 40 ekor perliter. Dan Pada hari ketujuh (paling lambat hari kedelapan) setelah penebaran bibit, maka  kutu air pun akan segera tampak melimpah ruah dan siap diumpankan ke larva ikan hias.</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba, dan bebas dari kesulitan akan pakan alami, khususnya pakan ikan hias.</p>
<p>Anda dapat mengenal lebih jauh tentang daphnia di <a title="Daphnia (Kutu Air)" href="http://o-fish.com/PakanIkan/daphnia_1.php" target="_blank">http://o-fish.com/PakanIkan/daphnia_1.php</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=26&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/kultur-kutu-air-daphnia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/daphnia1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Daphnia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membudidayakan Ikan Hias Cupang / Betta Splender</title>
		<link>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/membudidayakan-ikan-hias-cupang-betta-splender/</link>
		<comments>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/membudidayakan-ikan-hias-cupang-betta-splender/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 02:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olink94</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[betta]]></category>
		<category><![CDATA[betta splender]]></category>
		<category><![CDATA[bibit]]></category>
		<category><![CDATA[ikan cupang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[ikan hias cupang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan petarung]]></category>
		<category><![CDATA[induk cupang]]></category>
		<category><![CDATA[larva cupang]]></category>
		<category><![CDATA[pembudidayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olink94.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah tulisan perdana saya di blog ini, saya mencoba untuk berbagi informasi seputar budidaya ikan cupang / betta splender yang merupakan jenis ikan hias yang sangat cantik dan digemari terutama dikalangan anak-anak. Hal ini disebabkan karena ikan-ikan cupang merupakan jenis ikan petarung. Selain mempunyai warna-warna yang menarik, ikan ini juga mempunyai nilai jual yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=22&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Ini adalah tulisan perdana saya di blog ini, saya mencoba untuk berbagi informasi seputar budid<a href="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/crown-tail1.jpg"><img class="size-full wp-image-24 alignleft" title="crown tail" src="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/crown-tail1.jpg?w=480" alt=""   /></a>aya ikan cupang / betta splender yang merupakan jenis ikan hias yang sangat cantik dan digemari terutama dikalangan anak-anak. Hal ini disebabkan karena ikan-ikan cupang merupakan jenis ikan petarung.</p>
<p>Selain mempunyai warna-warna yang menarik, ikan ini juga mempunyai nilai jual yang cukup lumayan, hal itu memang seimbang dengan sistim pembudidayaannya yang cukup ekstra telaten dan rumit dalam pengadaan pakannya, terutama saat berbentuk larva.</p>
<p>Disini akan saya coba membahas secara global mengenai cara mengawinkan dan tahapan pemberian pakan terhadap larva ikan cupang dengan bahasa yang sesederhana mungkin.</p>
<p><span id="more-22"></span><strong>A. Pemilihan Bibit untuk Induk Cupang</strong></p>
<p>Untuk mengetahui induk jantan dapat dilihat dari segi warna yang lebih cerah dibanding induk betina, perut induk jantan lebih ramping sedangkan induk betina lebih gemuk. Induk jantan biasanya memiliki sirip bawah yang lebih panjang dari pada induk betina dan induk jantan akan selalu bertarung jika disatukan dengan sesamanya (jantan dgn jantan).</p>
<p>Setelah didapat induk jantan yang bagus (tidak cacat)yang siap kawin (ditandai dengan induk jantan tersebut mengeluarkan busa di permukaan air) dan induk betina yang siap bertelur (ditandai dengan perut yang besar dari biasanya dan dibagian anusnya terlihat putih), maka mulailah siapkan sebuah wadah ukuran sedang, lalu isi dengan air bersih (lebih bagus di endapkan dulu selama semalam).</p>
<p>Masukkan induk jantan kedalam wadah, biarkan beberapa saat agar ikan tersebut beradaptasi dengan tempat barunya, lalu masukan induk betina kedalam botol kaca (bekas selai) dan letakan botol tersebut kedalam wadah yang telah terisi induk jantan, dan biarkan selama kurang lebih 1 hari. Akan terlihat induk jantan aktif memikat induk betina dengan membeberkan sirip-siripnya.</p>
<p>Setelah 1 hari, ambil induk betina lalu satukan kedalam wadah tempat induk jantan, jangan kaget jika induk jantan langsung mengejar induk betina dan kadang terlihat menghajar induk betina…. itu hal yang alami… tak lama kemudian (tidak nyampe 1 hari) maka akan terlihat kumpulan busa di permukaan air, itu pertanda induk jantan telah mempersiapkan sarang buat telur-telurnya kelak. Tak lama kemudian induk jantan dan betina pun melangsungkan perkawinannya yang terlihat unik… kenapa? karena posisi saat kawin si betina akan berada pada posisi miring dan yang jantan dengan posisi melingkar di perut betina sehingga kedua perut mereka berdekatan…. hehehe…jangan terpancing mereka ya?  <img src="/Documents%20and%20Settings/Tito/My%20Documents/Downloads/TitoPramaartha%27s%20Blog_files/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>tak lama kemudian keluarlah puluhan telur dari perut betina jatuh kedasar wadah dan dengan segera diambil oleh keduanya dan diletakan pada busa-busa yang telah mereka buat. Hal itu terus berulang himgga persediaan telur di perut betina habis. Telur yang dikeluarkan lebih kurang 300 s.d. 400 butir atau bahkan lebih hingga 800 butir tergantung besar kecilnya induk betina.</p>
<p><strong>B. Pemeliharaan Larva Cupang</strong></p>
<p>Setelah selesai kawin, ambil induk betina dan pisahkan dari jantan supaya dapat beristirahat, beri makan secukupnya, lebih bagus dengan cuk/jentik nyamuk… dan biarkan induk jantan yang merawat telur-telurnya… setelah lebih kurang 35 jam maka telur-telur itu akan menetas, kemudian ambil induk jantan dan pisahkan dari larva, hal ini saya lakukan agar induk jantan tidak memakan larva cupang. lalu tutup wadah untuk menghindari nyamuk bertelur dan sekaligus menjaga suhu air tetap konstan.</p>
<p>Setelah larva menetas semua (ukurannya kecil2 banget…) maka biarkan larva selama 3 hari tanpa diberi pakan, karena masih ada kuning telur dalam perutnya… untuk hari ke-4 hingga hari ke-15 maka larva cupang diberi pakan <strong>Infusoria</strong>. Jangan sekali-kali diberi kutu air atau cuk/jentik nyamuk karena hal ini bisa mengakibatkan larva cupang yang dimakan… wadah tetap harus dalam keadaan tertutup tuk menghindari nyamuk bertelur disana.</p>
<p>Pada hari ke-16 sampai usia 1 bulan, larva cupang bisa diberi pakan <strong>Kutu air yang disaring</strong>, lalu usia 1 bulan s.d. usia 2 bulan, larva diberi pakan <strong>Kutu air</strong>, selanjutnya bertahap diberi pakan <strong>Jentik nyamuk/cuk</strong> dari yang kecil hingga akhirnya jentik/cuk yang besar bertahap sesuai dengan pertumbuhannya.</p>
<p>Selama masa larva hingga usia lebih kurang 4 bulan, maka harus diperhatikan kondisi air, suhu udara (jgn terlalu panas/dingin) dan khusus ikan cupang hias harus dipisah wadahnya satu persatu (1 wadah untuk 1 ikan cupang hias) hal ini dilakukan untuk mencegah ikan bertarung yg mengakibatkan sirip-siripnya rusak. Untuk ikan cupang adu disatukan dalam 1 wadah tidak apa2 yang penting pakan harus ada, tidak kekurangan yg mengakibatkan ikan saling bertarung.</p>
<p>Pada saat ini anakan ikan cupang bisa dipisahkan antara jantan dan betina… hal ini dilakukan karena harga cupang jantan lebih mahal dari harga cupang betina.</p>
<p>Itulah sedikit ulasan singkat saya, dari apa-apa yang telah saya lakukan dan berhasil dengan baik, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para hobiis.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olink94.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olink94.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olink94.wordpress.com&amp;blog=11431432&amp;post=22&amp;subd=olink94&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olink94.wordpress.com/2010/01/15/membudidayakan-ikan-hias-cupang-betta-splender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e353fe76a4498e9f97de5e183b2cbed5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olink94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://olink94.files.wordpress.com/2010/01/crown-tail1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crown tail</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
