Tito Pramaartha's Blog

Panduan Memperbesar Mr. P

Posted by: olink94 on: April 5, 2010

Hahahaha…. dari judulnya aja udah serem… dan terkesan berefek merusak, tapi itulah bro yang diinginkan kebanyakan wanita… lebih mak nyos gitu… xixixi

Penasaran..? okelah kalo beg…beg…beg…begitu… klik  aja disini untuk selengkapnya… peace!

Cerita, “Lalat dan Semut”

Posted by: olink94 on: Januari 22, 2010

Jihaduddin Fikri 22 Januari jam 8:38

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.

Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.

” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

“Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.”

(sahabatz.blogspot.com)

Cerita. “Harimau dan Serigala”

Posted by: olink94 on: Januari 19, 2010

Jihaduddin Fikri 17 Januari jam 12:26
Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk.

Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit, sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham, bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua. Baca entri selengkapnya »

Ini Salah, Itu Salah! So?

Posted by: olink94 on: Januari 19, 2010

Sa’id Al-Ghamidy 16 Januari jam 10:24

Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.” Baca entri selengkapnya »

Cerita, “Cinta Lelaki Biasa” (kisah nyata)

Posted by: olink94 on: Januari 19, 2010

Jihaduddin Fikri 13 Januari jam 22:26

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata! Baca entri selengkapnya »

WAV – Wedhas Antivirus (free download)

Posted by: olink94 on: Januari 19, 2010

KOMPAS.com – Awalnya, Aat tertarik dengan banyak berita dan cerita tentang virus komputer. Mulai dari berita tentang situs milik Gedung Putih Amerika Serikat yang bisa diobrak-abrik seseorang berkebangsaan China, hingga virus brontok yang beberapa tahun silam membuat ketar-ketir pengguna computer di Tanah Air.

Rasa penasaran dan ketertarikan untuk mendalami virus membuat Aat lantas berkecimpung serius dalam dunia pemrograman komputer. Aat sekarang sekarang dikenal sebagai pembuat Wedash Antivirus (WAV), dan juga pendiri Virologi, sebuah komunitas di Yogyakarta yang terbentuk sejak 2006 dan berkutat seputar urusan pencegahan virus. Baca entri selengkapnya »

Kultur Jentik Nyamuk

Posted by: olink94 on: Januari 17, 2010

Salah satu pakan alami yang sangat disukai ikan adalah jentik nyamuk/cuk, namun jika sengaja mencari tentulah akan kesulitan jika tinggal dilingkungan yang tidak terdapat kolam/empang.

Salah satu cara tentunya dengan mengupayakan kultur jentik nyamuk, berikut adalah cara melakukan kultur jentik nyamuk :

Baca entri selengkapnya »

Kultur Infusoria

Posted by: olink94 on: Januari 17, 2010

Salah satu kesulitan dalam memelihara larva ikan adalah masalah penyediaan pakan, apalagi jika larva ikan tersebut berukuran super mini seperti larva ikan cupang/betta splender. Penggunaan kutu air yang disaring sebagai pakan larva ikan terkadang menjadi bumerang, karena terjadi sebaliknya kutu air tersebut yang malah memakan larva ikan, khususnya untuk larva ikan yang sangat kecil.

Solusi terbaik yaitu dengan menggunakan pakan alami berupa Infusoria, yaitu semacam bakteri pembusuk yang berukuran sangat kecil, berwarna putih, dan bergerombol seperti kabut putih didalam air.

Baca entri selengkapnya »

Kultur Kutu Air / Daphnia

Posted by: olink94 on: Januari 15, 2010

Pakan ikan hias yang terbaik sudah pasti adalah pakan alami, namun untuk mendapatkan pakan alami tidaklah mudah, apalagi jika tempat tinggal kita susah untuk mendapatkan pakan alami.

Berikut adalah langkah-langkah mengkulturkan Kutu Air.

  1. Buatlah kolam “Kutu Air” dari plastik tebal dengan luas 2 m persegi.
  2. Taburkan kapur pertanian ke dalam kolam dengan ukuran 2 kg permeter persegi, artinya anda perlu menaburi kapur pertanian sebanyak 4 kg.
  3. Kapur pertanian dikolam tersebut lalu diberi air (lebih bagus cara pemberian airnya adalah disemprot pelan-pelan. Baca entri selengkapnya »

Membudidayakan Ikan Hias Cupang / Betta Splender

Posted by: olink94 on: Januari 15, 2010

Ini adalah tulisan perdana saya di blog ini, saya mencoba untuk berbagi informasi seputar budidaya ikan cupang / betta splender yang merupakan jenis ikan hias yang sangat cantik dan digemari terutama dikalangan anak-anak. Hal ini disebabkan karena ikan-ikan cupang merupakan jenis ikan petarung.

Selain mempunyai warna-warna yang menarik, ikan ini juga mempunyai nilai jual yang cukup lumayan, hal itu memang seimbang dengan sistim pembudidayaannya yang cukup ekstra telaten dan rumit dalam pengadaan pakannya, terutama saat berbentuk larva.

Disini akan saya coba membahas secara global mengenai cara mengawinkan dan tahapan pemberian pakan terhadap larva ikan cupang dengan bahasa yang sesederhana mungkin.

Baca entri selengkapnya »

Coretan

RSS Tekno

SocialVibe


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.